Catatan Penting UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang Harus Dibenahi

Catatan Penting UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang Harus Dibenahi

Beberapa hari ini sekolah-sekolah di seluruh Indonesia sedang disibukkan dengan yang namanya Simulasi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Mulai dari SMP (Sekolah Menengah Pertama) atau MTs (Madrasah Tsanawiyah), SMA (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).Berdasarkan situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah yang mengikuti UNBK tahun 2017 sebanyak 30.756 sekolah yang terdiri dari 11251 SMP/MTs, 9667 SMA, dan 9838 SMK dari sekolah di seluruh Indonesia.Dari dua kali simulasi yang sudah dilaksanakan ada beberapa catatan penting untuk para pemegang kebijakan agar dilakukan pembenahan sehingga pada saat pelaksanaan UNBK nanti semuanya berjalan dengan lancar.Berikut catatan penting tentang UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer)  :

  • Fasilitas Komputer harusnya dibantu dan difasilitasi oleh Pemerintah. Karena program UNBK harus menggunakan komputer atau laptop sesuai anjuran dan juga merupakan program dari pemerintah, maka sebaiknya pemerintah turut serta membantu untuk menyediakan komputer atau laptop untuk sekolah yang mengikuti UNBK. Kalau pun tidak menyediakan seluruhnya minimal ada bantuan beberapa unit untuk mengurangi beban biaya yang harus ditanggung oleh pihak sekolah. Maka tidak heran beberapa sekolah harus hutang ke pihak suplier komputer.
  • Akses Internet gratis dari Pemerintah. Karena untuk pelaksanaan UNBK harus menggunakan akses internet terutama untuk pengiriman data siswa dari server sekolah ke server Puspendik maka selayaknya pemerintah memfasilitasi akses internet untuk semua sekolah yang mengikuti kegiatan UNBK.
  • Menjamin Ketersedian listrik dan internet selama UNBK. Selama pelaksanaan UNBK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memang sudah menyebarkan surat pemberitahuan untuk tidak melakukan pemadaman listrik dan akses internet. Jika pada saat pelaksanaan listriknya padam maka bisa dipastikan UNBK akan terkendala. Walaupun dalam petunjuk teknis pantiia harus menyediakan genset dan akses internet cadangan, belum tentu semua sekolah bisa memenuhi listrik dalam jumlah yang besar dan kuota internet yang kencang.
  • Token yang berubah setiap 15 menit menggangu kelancaran UNBK. Masalah lain yang harus dibenahi adalah saat siswa sudah login dengan menggunakan username dan password, para siswa juga harus menggunakan token untuk bisa mengerjakan soal UNBK. Tetapi yang menjadi kendala adalah token berubah setiap 15 menit sekali. Repotnya lagi apabila ruangan ujiannya berbeda ruangan maka akan membuat ribet pengawas dan siswa karena harus mengubah tokennya. Sebaiknya token berubah untuk pergantian sesi bukan setiap 15 menit sekali.
  • Server Puspendik sering down. Pada saat simulasi hari pertama server puspendik server dibeberapa sekolah sempat down. Akibarnya siswa terlambat login karena servernya gangguan atau sedang down. Permasalahan ini seharusnya tidak terjadi mengingat levelnya nasional. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seharusnya sudah menyiapkan server berkapasitas besar jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Sehingga nantinya tidak lagi ditemukan server yang bermasalah saat siswa akan mengerjakan soal.
  • Penggunaan Huruf dalam menjawab soal ternyata bisa untuk huruf yang bukan pilihan. Pada saat menjawab soal, beberapa siswa bisa menggunakan huruf A, B, C, dan D dengan menekan keyboard pada huruf tersebut, tetapi kenyataannya huruf selain A, B, C, dan D bisa muncul. Ini bisa dilihat dari hasil simulasi ada beberapa siswa yang menjawab X atau huruf lainnya selain huruf yang sudah ditentukan.

Mudah-mudahan catatan penting tentang UNBK ini bisa dibenahi dengan baik sehingga nanti pada saat pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada masalah.

kompasiana